"Kamu, kamu sendirilah, akan sekarang dapat menjawab pertanyaan apakah kamu adalah seorang Davidian ataukah masih tetap seorang Laodikea. Jika kamu sudah merasa cukup dengan diri sendiri, dengan semua pegangan kerohanianmu, dengan rencana Injil buatan manusiamu; jika kamu mengira, bahwa Tuhan sedang berbicara kepadamu dengan cara apa saja yang kebetulan “mengetuk” di dalam ingatanmu; jika kamu mengira kamu telah memiliki semua Kebenaran, dan bahwa kamu tidak memerlukan apa-apa lagi; jika kamu mengira, bahwa setiap orang yang tidak memperoleh cap persetujuanmu terhadap kepercayaannya adalah seorang nabi palsu; dan jika kamu tetap merasa takut, bahwa ada orang sedang terus menerus berusaha menipumu karena ia mengajarkan sesuatu yang baru; jika kamu tidak pernah memberikan perhatian kepadanya, sehingga kamu mungkin membanting pintu terhadap seorang pembawa Kebenaran yang mungkin membawakan kepadamu “salep mata” Tuhan itu, dan “pakaian kawin” itu --- jika kamu melakukan semuanya ini atau pun sebagian daripadanya, maka kamu lebih mungkin harus menjadi seorang Laodikea, dan bukan seorang Davidian."
"Tetapi jika kamu menyadari bahwa pakaian-pakaianmu adalah kotor, dan bahwa perbuatan salahmu belum terhapus; jika kamu menyadari, bahwa kamu perlu berjalan dalam jalan-jalan Allah sebagaimana yang dikendalikan-Nya oleh perantaraan Yosua masa kini, jika kamu adalah seutuhnya bagi Allah saja dan sama sekali tidak bagi diri sendiri atau pun bagi dunia, maka tentu kamu adalah seorang Davidian atau sedang memulai menjadi seorang Davidian. Jika Saudara belum berpegang kepada semuanya ini, maka kamu hendaknya melihat supaya kamu laksanakan, dan jika kamu sudah berpegang, maka majulah terus di dalam terang itu, maka pastilah kamu pada akhirnya akan berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu." (Timely Greetings, Vol. 1, No. 8, p. 28)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar